Kota tersuci kedua setelah Mekkah ini wajib kamu kunjungi saat menunaikan ibadah haji dan umrah. Memang benar, kota tersebut tidak lain adalah Kota Madinah. Bukan kota biasa, Madinah memiliki sejumlah karakteristik unik yang harus kamu ketahui.

Saking uniknya kota ini, banyak hadits yang menjelaskan tentang Madinah. Menurut sebuah hadis tentang Madinah, “Barangsiapa yang bersabar atas kesulitan Madinah dan tinggal di sana, maka aku akan menjadi penolongnya pada hari kiamat.” (HR. Muslim).

 

Beberapa fakta tentang Kota Madinah

Anda harus tahu bahwa Suku Khazraj dan Suku Aus adalah dua suku Arab utama di Madinah. Suku Aus dan Khazraj adalah suku Arab yang tinggal di Madinah pada masa awal masuknya Islam, menurut informasi dari artikel wikipedia.

Kedua suku ini awalnya berasal dari wilayah Yaman, dan mereka pindah ke Yatsrib (nama lama Madinah) setelah terjadinya bencana jebolnya bendungan Ma’rib. Kedua suku ini awalnya tidak akur dan selalu berselisih. Namun, setelah konflik tersebut, kedua suku ini memutuskan untuk hidup berdampingan secara damai.

Jika istilah Yatsrib membingungkan Anda, kami telah menjelaskannya dalam tulisan kami sebelumnya. Intinya, Madinah dikenal sebagai Yatsrib sebelum Islam datang. Kota ini terkenal sebagai pusat perdagangan pada masa itu.

Nama Yatsrib diubah setelah Nabi Muhammad SAW pindah ke sana. Al Madinah al Munawwarah diadopsi sebagai nama baru. Arti kata tersebut adalah kota yang bersinar. Selain itu, kota Madinah juga dikenal dengan nama Thaibah.

Selain itu, Anda harus tahu bahwa Madinah memiliki buah terbaik di dunia. Buah Zuriat adalah buah terbaik yang dimaksud. Buah Zuriat memiliki sejumlah efek positif bagi kesehatan. Salah satunya meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

 

Keistimewaan Kota Madinah

Sekarang setelah Anda mempelajari sedikit tentang Madinah, sekarang saatnya untuk mempelajari banyak fitur yang ditawarkan kota penting ini. Oleh karena itu, meskipun ini adalah umroh pertama Anda, Anda sudah tahu tentang Kota Madinah. Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang dimiliki Kota Madinah.

  1. Masjid Nabawi

Masjid Nabawi adalah tempat paling terkenal di Madinah. Bagi Anda yang belum tahu, Nabi Muhammad SAW membangun Masjid Nabawi dengan bantuan para sahabatnya.

Perlu Anda ketahui bahwa Masjid Nabawi merupakan salah satu dari tiga masjid bersejarah paling penting di Madinah. Masjid Nabawi, Masjid Qiblatain, dan Masjid Quba adalah tiga bangunan masjid tersebut. Selama ini, umat Islam melakukan ziarah ke Madinah, khususnya ke Masjid Nabawi. Selain itu, tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW bahkan merupakan bagian kecil dari Masjid Nabawi. Nabi Muhammad dimakamkan berdekatan dengan makam dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar bin Khattab, di sudut tenggara Masjid Nabawi.

  1. Tanah Haram

Keberadaan tanah haram dan lingkungan yang aman adalah kualitas unik kedua yang dimiliki Madinah. Dajjal bahkan tidak akan dapat memasuki Madinah karena malaikat telah ditempatkan di pintu masuk kota untuk menjaga kota suci ini. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

“Para malaikat (yang menjaga Madinah) di pintu-pintu masuknya mencegah masuknya Tha’un dan Dajjal.” (HR. Bukhari no. 1880; Muslim no. 1379).

  1. Berkah yang Bertambah Banyak

Ada sebuah hadis yang menyatakan bahwa Madinah telah menerima banyak nikmat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu sebagai berikut:

Jadikanlah nikmat Madinah dua kali lipat lebih banyak dari yang ada di Mekkah, ya Allah. (HR. Bukhari no. 1885, Muslim no. 1369).

  1. Mendapat Syafa’at jika gigih menghadapi tantangan hidup di Madinah

Tentu saja akan ada tantangan atau kesengsaraan di mana pun seseorang tinggal. Jika Anda berada di Madinah, sama saja. Orang tersebut akan menerima syafa’at di Hari Kiamat jika ia sabar menghadapi tantangan hidup yang muncul di Madinah. Menurut sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

“Pada hari kiamat, aku akan menjadi pemberi syafa’at atau saksi bagi siapa saja yang bersabar atas cobaannya (cobaan hidup di Madinah).” (Tirmidzi no. 3918; HR Muslim no. 1377).

  1. Menerima Syafaat Setelah Meninggal di Madinah

Pernahkah Anda mendengar tentang seseorang yang berkeinginan untuk meninggal dunia di Tanah Suci? Ternyata ada alasannya, yang membuktikan bahwa hal tersebut lebih dari sekedar keinginan. Jadi, ketika hari kiamat tiba, seseorang yang meninggal di Madinah akan mendapatkan syafa’at. Menurut sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut:

“Barangsiapa yang meninggal dunia di Madinah, maka lakukanlah, niscaya aku akan memberikan syafa’at kepada orang tersebut.” (Ibnu Majah no. 311, HR. Tirmidzi no. 3917).

Namun, ini tidak berarti bahwa seseorang harus bunuh diri. Hal ini menyiratkan untuk menghindari tindakan yang dapat menyinggung perasaan Allah, seperti mencoba bunuh diri, menabrak mobil lain hingga mati, atau dengan cara lain. Akibatnya, kematian yang dimaksud adalah wajar karena tidak dapat dihindari.

  1. Manusia Terbaik Umat Islam Dimakamkan di Madinah

Makam Nabi Muhammad SAW, bersama dengan makam Abu Bakar dan Umar bin Khattab, terletak di dalam Masjid Nabawi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Makam para sahabat Nabi Muhammad dan generasi berikutnya juga terletak di makam di Madinah.

  1. Shalat di Masjid Nabawi Lebih Utama

Perlu Anda ketahui bahwa salat di Masjid Nabawi memiliki pahala 1000 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan salat di masjid lain selain Masjidil Haram. Selain itu, mereka yang shalat 40 kali berturut-turut di Masjid Nabawi akan dibebaskan dari siksa api neraka, dijauhkan dari azab dan kemunafikan.

Mengenai keutamaan ini, telah disampaikan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Shalat di masjidku lebih baik daripada seribu shalat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram (di Mekkah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

× Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday