6 Sedekah Paling Utama

Jun 24, 2024Artikel, blog, Info

Sedekah adalah sesuatu yang diberikan seorang muslim kepada orang yang berhak menerimanya dengan ikhlas. Pemberian ini diberikan tanpa dibatasi waktu dan jumlah tertentu.

Ulama fiqih sepakat, sedekah merupakan perbuatan yang disyariatkan dan hukumnya sunnah. Ada beberapa sedekah dikatakan paling utama. Kepada siapa sedekah tersebut diberikan?

6 Sedekah Paling Utama

Sedekah paling utama diberikan kepada orang yang membutuhkan, keluarga, saat dalam keadaan sehat hingga dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. Sedekah kepada Orang yang Membutuhkan
    Dalam kitab Fiqih Sunnah Jilid 2, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa sedekah yang paling utama diberikan kepada orang-orang yang paling membutuhkan. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan terus menerus. Salah satu jenis sedekah yang diberikan yaitu menyediakan air.
    أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ سَفْيُ الْمَاءِ 

    Artinya: “Sebaik-baik sedekah adalah mengalirkan (menyediakan) air.” (HR Ibnu Majah).

    Sedekah berupa air akan begitu berarti bagi orang-orang yang ada di tempat kekurangan air. Jika tempat tersebut tidak kekurangan air, maka pemberi sedekah dapat memasang saluran air.

  2. Sedekah Saat Sehat dan Sangat Menyukai Harta
    Keadaan sehat, menyukai mengharapkan hidup yang panjang, dan takut miskin menjadi waktu yang tepat untuk bersedekah. Hal ini disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. 

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ، تَأْمُلُ الْعَيْشَ، وَتَخْشَى الْفَقْرَ إِرْوَاءُ الغَلِيلِ

    Artinya: Dari Abu Hurairah bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?” Lalu beliau menjawab, “Kamu bersedekah saat kamu sedang sehat, sangat menyukai harta benda, mengharapkan hidup (yang panjang), dan takut miskin.” (HR Abu Daud).

    Manusia dalam keadaan sehat seringkali menunda-nunda beramal saleh, tapi ketika nyawa sudah mencapai kerongkongan barulah dia bersikap dermawan. Sehingga, hadits ini mendorong setiap muslim untuk segera bersedekah dan menginfakkan hartanya di jalan Allah.

  3. Sedekah kepada Keluarga
    Imam Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’ Syarah Al Muhadzab mengatakan, ulama sepakat bahwa bersedekah kepada keluarga lebih utama. Salah satu haditsnya adalah yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudri:

    خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحًى أَوْ فِطْرٍ إِلَى المُصَلَّى، ثُمَّ انْصَرَفَ، فَوَعَظَ النَّاسَ، وَأَمَرَهُمْ بِالصَّدَقَةِ، فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، تَصَدَّقُوا»، فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ، فَقَالَ: «يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ» فَقُلْنَ: وَبِمَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ، أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ، مِنْ إِحْدَاكُنَّ، يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ» ثُمَّ انْصَرَفَ، فَلَمَّا صَارَ إِلَى مَنْزِلِهِ، جَاءَتْ زَيْنَبُ، امْرَأَةُ ابْنِ مَسْعُودٍ، تَسْتَأْذِنُ عَلَيْهِ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذِهِ زَيْنَبُ، فَقَالَ: «أَيُّ الزَّيَانِبِ؟» فَقِيلَ: امْرَأَةُ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: «نَعَمْ، ائْذَنُوا لَهَا» فَأُذِنَ لَهَا، قَالَتْ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ، إِنَّكَ أَمَرْتَ اليَوْمَ بِالصَّدَقَةِ، وَكَانَ عِنْدِي حُلِيٌّ لِي، فَأَرَدْتُ أَنْ أَتَصَدَّقَ بِهِ، فَزَعَمَ ابْنُ مَسْعُودٍ: أَنَّهُ وَوَلَدَهُ أَحَقُّ مَنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَلَيْهِمْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَدَقَ ابْنُ مَسْعُودٍ، زَوْجُكِ وَوَلَدُكِ أَحَقُّ مَنْ تَصَدَّقْتِ بِهِ عَلَيْهِمْ»

    Artinya: Suatu ketika Rasulullah keluar menuju masjid guna menunaikan ibadah shalat Idul Adha atau Idul Fitri. Sehabis shalat, beliau menghadap warga sekitar, memberikan petuah-petuah kepada masyarakat dan menyuruh mereka untuk bersedekah. “Wahai para manusia. Bersedekahlah!” pesan Nabi.

    Ada beberapa wanita yang tampak lewat, terlihat oleh Baginda Rasul. Rasul pun berpesan, “Wahai para wanita sekalian, bersedekahlah! Sebab saya itu melihat mayoritas dari kalian adalah penghuni neraka!” Para wanita yang lewat menjadi heran, apa korelasinya antara menjadi penghuni neraka dengan bersedekah sehingga mereka bertanya, “Kenapa harus dengan bersedekah, Ya Rasul?” Rasulullah menjawab, “Karena kalian sering melaknat dan kufur terhadap suami. Aku tidak pernah melihat seseorang yang akal dan agamanya kurang namun bisa sampai menghilangkan kecerdasan laki-laki cerdas kecuali hanya di antara kalian ini yang bisa, wahai para wanita.”

    Sehabis Rasulullah berkhutbah di hadapan masyarakat, beliau bergegas pulang ke kediaman. Setelah sampai rumah, Zainab, istri Abdullah bin Mas’ud meminta izin untuk diperbolehkan masuk, sowan kepada Baginda Nabi. Nabi pun mempersilakan. Ada yang memperkenalkan, “Ya Rasulallah, ini Zainab.” Rasul balik bertanya, “Zainab yang mana?” “Istri Ibnu Mas’ud.” “Oh ya, suruh dia masuk!” Zainab mencoba berbicara kepada Nabi, “Ya Rasul. Tadi Anda menyuruh untuk bersedekah hari ini. Ini saya punya perhiasan. Saya ingin menyedekahkan barang milikku ini. Namun Ibnu Mas’ud (suamiku) mengira bahwa dia dan anaknya lebih berhak saya kasih sedekah daripada orang lain.”

    Rasul pun menegaskan, “Memang benar apa yang dikatakan Ibnu Mas’ud itu. Suami dan anakmu lebih berhak atas sedekah daripada orang lain.” (HR Bukhari).

  4. Sedekah kepada Kerabat yang Memusuhi
    Rasulullah bersabda dalam haditsnya bahwa sedekah yang paling utama adala yang diberikah kepada kerabat yang memusuhi.

    عن حكيم بن حزام، أن رجلا سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الصدقات، أيها أفضل؟ قال: ” على ذي الرحم

    Artinya: “Dari Ḥakīm bin Ḥizām ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang sedekah mana yang paling afdal? Beliau menjawab, “Kepada kerabat yang menyimpan permusuhan.”

    Menurut buku Akhlak Islam oleh Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, jika sedekah diberikan kepada orang yang memusuhi, maka pemberi sedekah tidak memberikan sedekah untuk mendapatkan rasa cinta dari penerima. Namun pemberi sedekah memberikannya semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  5. Sedekah kepada Anak dan Istri
    Menurut buku Solusi Sedekah Tanpa Uang oleh Ust Haryadi Abdullah, menafkahi anak dan istri adalah sedekah yang pahalanya jauh lebih besar daripada sedekah kepada orang lain. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

    وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ) ” تَصَدَّقُوا ” فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, عِنْدِي دِينَارٌ قَالَ: ” تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ ” قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : ” تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ ” قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : ” تَصَدَّقَ بِهِ عَلَى حَادِمِكَ ” قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : ” أَنْتَ أَبْصَرُ “. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحْحَهُ إِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Bersedekahlah.” Lalu seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai satu dinar? Kemudian Rasul mengatakan, “Bersedekahlah pada dirimu sendiri.” Orang itu lalu berkata, “Aku mempunyai yang lain.” Beliau bersabda, “Sedekahkan untuk anakmu.” Orang itu berkata, “Aku masih mempunyai yang lain.” Beliau bersabda, “Sedekahkan untuk istrimu.” Orang itu berkata lagi, “Aku masih punya yang lain.” Rasul menjawab, “Sedekahkan untuk pembantumu.” Orang itu berkata lagi, “Aku masih mempunyai yang lain.” Rasul bersabda untuk yang terakhir kalinya, “Kamu lebih mengetahui penggunaannya.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i, dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Hakim).

  6. Sedekah Khofiyyah
    Menurut laman MA Al Hikmah Bandar Lampung, sedekah khofiyyah adalah sedekah yang tersembunyi. Sedekah khofiyah adalah yang paling utama karena dilakukan secara ikhlas dan semata-mata mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam surat Al Baqarah ayat 271, Allah berfirman

    اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

    Arab latin: in tubdush-shadaqâti fa ni’immâ hiy, wa in tukhfûhâ wa tu’tûhal-fuqarâ’a fa huwa khairul lakum, wa yukaffiru ‘angkum min sayyi’âtikum, wallâhu bimâ ta’malûna khabîr

    Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Itulah 6 sedekah utama yang dapat diberikan oleh umat muslim. Semoga kita dapat mengamalkan sedekah dan memberikan manfaat bagi orang lain.

× Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday